Artikel / AGARPAC

Apa Saja Sih yang Bikin Kamu Gagal Diet

Blog Artikel dan Info

Apa Saja Sih yang Bikin Kamu Gagal Diet

Turun berat badan kemudian memiliki tubuh yang lebih langsing tentu yakni harapan banyak orang. Sebagian upaya yang dikerjakan orang pada lazimnya yakni berolahraga, memilah-milih makanan, dan membuat pola makan.

Terbukti, ada satu hal lagi elemen kuat yang dapat membuat Anda menjadi orang yang senantiasa gagal dalam program dietnya. Unsur tersebut yakni gaya makan Anda. Apa yang dimaksud dengan gaya makan? Brad Lamm, pendiri Breathe Life Healing Centers mengatakan bahwa adat istiadat-adat istiadat ketika Anda makan mencirikan suatu gaya makan.

Berat badan tak cuma tergantung pada apa yang kita makan, tapi juga pada alasan mengapa kita memakannya. Kadang, faktanya bukan kita yang gagal dalam diet, tapi dietlah yang menumbangkan kita hingga gagal. Untuk menghindari hal tersebut, berikut yakni jabaran sebagian gaya makan dan kaitannya dengan program diet atau menurunkan berat badan.

1. Emotional eater

Emotional eater yakni ragam orang yang menciptakan perubahan emosionil sebagai alasan untuk makan. Pernahkah Anda merasa sedang depresi dan kemudian hal yang Anda cari untuk ‘seakan-akan’ menuntaskan masalah yakni makanan? Atau mungkin ketika Anda sedih, murka, atau kecewa, Anda merasa solusinya yakni makanan? Apabila ya, Anda berarti termasuk emotional eater.

Segera, jikalau dengan adat istiadat tersebut lalu berat badan Anda pun terus naik, berarti Anda harus menghindari gaya makan Anda tersebut. Hakekatnya gampang saja, cuma peringatkan diri Anda sendiri dan terus awasi diri ketika dalam masalah. Ketika sedang emosionil, carilah solusi selain makanan. Anda dapat mencari teman Anda, dapat juga berjalan-jalan, mencari udara segar, dan solusi-solusi kecemasan lainnya selain makanan.

2. Habitual eater

Dalam merubah pola makan dan makanan, salah satu hal yang paling susah dilawan yakni adat istiadat yang sudah terwujud jauh sebelum Anda mencoba untuk diet. Seumpama Anda merasa sudah terbiasa dengan junk food, berjanji pada diri Anda untuk memakan junk food untuk terakhir kali dapat jadi menjadi sebuah adat istiadat yang terjadi tiap-tiap hari, tapi kemudian diingkari keesokan harinya.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Intinya, catat semua makanan yang Anda konsumsi tiap-tiap hari. Memang dengan mencatat kadang masih menggiurkan untuk kita mengingkari dan memaklumi adat istiadat makan tak sehat. Namun, setidaknya catatan tersebut menyadarkan kita bahwa kita tak dapat berhasil diet sebab kelalaian kita, bukan elemen eksternal yang senantiasa dikambinghitamkan.

3. External eater

Saya dalam keadaan tak lapar, tiba-tiba Anda pergi dan lewat toko makanan ringan, lalu Anda seketika merasa butuh, membeli, dan kemudian memakannya. Brad Lamm mengucapkan bahwa untuk ragam orang seperti ini terdapat pepatah, “Tidak memandang, maka aku makan”. Benar adanya bahwa ketika kita beraktivitas pasti ada hal-hal yang mengundang kita untuk makan.

Segera yang lazimnya terjadi yakni ada teman yang ulang tahun dan mau mentraktir. Ajakan makan pada teman juga kadang membuat Anda yang tadinya tak lapar menjadi lapar. Ragam ada solusi yang sifatnya rumus atau skema, yang terutamanya yakni jikalau Anda berada dalam  kategori ini, sadarilah dan cobalah untuk membendung dari godaan eksternal untuk makan.

4. Critical eater

Agak susah membeberkan ragam adat istiadat makan yang satu ini. Pada dasarnya, ragam ini yakni orang yang mengerti betul mengenai nutrisi dan pola makan. Orang ini senantiasa memiliki pola makan dan peraturan tersendiri dalam kehidupannya. Segera, apa yang berbahaya dari menjadi ragam orang seperti ini?

Dalam menuntaskan kejenuhan akibat senantiasa makan “makanan sehat”, ragam ini kerap kali berdaya upaya untuk libur kadang kala. Dan ketika libur, ragam ini rentan “kelepasan”, jadi mereka akan mengingkari peraturan yang dibuat dengan tak tanggung-tanggung. Makanan akan sungguh-sungguh tak terkontrol, dan jikalau ini terjadi, dapat jadi ragam tersebut pun menyia-nyiakan manfaat dari pola makan yang selama ini sudah dia jalani.

5. Sensual eater

Kadang yang satu ini yakni ragam yang makan sesuatu dengan berlebihan. Seumpama, merasakan sensasi sebuah makanan dengan merasakan tiap-tiap gigitan dengan sensasi yang berlebih. Melumati bumbu pada udang asam manis hingga dirasa benar-benar tak ada bumbu yang tersisa, menghabiskan potongan ayam benar-benar hingga cuma tulang yang tersisa.

Untuk mengakhiri sebuah adat istiadat ini, biasakan konsentrasi pada porsi yang Anda butuhkan, bukan porsi yang tersedia. Cobalah cuek terhadap makanan yang sudah habis, tinggalkan dan jangan merasa seperti itu menghargai sensasi menghabiskan makanan hingga benar-benar habis.


6. Energy eater

Kadang jikalau kita membutuhkan kekuatan atau baru saja kehilangan kekuatan, kita merasa harus bertanggung jawab mengganti kekuatan tersebut. Namun, adat istiadat tersebut kerap kali membuat kita pada akhirnya terbiasa mengkonsumsi karbohidrat secara berlebihan dan tak pantas dengan porsinya.

Mereka menjadi fanatik terhadap minuman berenergi dan snack sehat, tapi kemudian mengonsumsinya secara berlebih. Pola pikir seperti ini dapat membuat berat tubuh Anda tak terkontrol. Sugesti akan hilangnya kekuatan dapat Anda bendung dengan konsisten memandang porsi makan Anda.

Agarpac minuman dengan kaya serat yang terbuat dari rumput laut merah sangat baik untuk melancarkan sistem pencernaaan anda dan juga untuk Diet Keto dengan mengkonsumsi 1 hari dua kali dalam program diet keto anda akan memberikan hasil diet sehat yang terbaik.

Agarpac produk dari Swallow Globe Brand Indonesia produsen agar agar terbesar di indonesia yang telah dipercaya selama puluhan tahun.

04/01/2018
2544 orang telah membaca artikel ini.
|Wikipedia |